KUKETUK ESOK
Aku ini sepi
yang sering hadir
mengetuk esok sebuah harap
pintunya bisu
jendelanya tuli.
Qalam Bertinta
Klang
10122013
1343pm
Members
Tuesday, 10 December 2013
Sunday, 8 December 2013
~ TERSENTUH JIWA CINTA...NURANI RINDU DBELAI ~
~ Tersentuh Jiwa Cinta...Nurani Rindu DiBelai ~
Di rimba kasih yang menjalar di pepohonan
tersingkap kembali ruang rindu yang asyik
melakar di kanvas indah wajah kekasih hati
saat kulabuhkan tirai cinta di kamar syahdu
menyusup aroma kerinduan di jiwa
angsana dipuja menitip tinta cinta di sukma
menggamit gemawan resah kala kejauhan
cuba melangkah mencari arah rindu dituju
yang hanya pesonanya berhias mewangi
di segenap ruang kasih dirasa
semarak kasih menyelubungi asa aksaraku
tatkala puing cinta dalam dakapan hangat
mengenggam ikatan yang bersemi dipadu
membuncah gemersik rindu di batas raksa
bila kemuningnya kian berseri
di saat cahaya cinta terpancar menyuluhku
makin deras aliran rindu dipalu bertamu
melambai sanubari ini menanti kehadiran
terpahat sebuah keabadian kasih sucimu
dambaan jiwa nurani
dalam gurindam rindu yang mencengkam
kulirikkan bait-bait puisi kasih di pelayaran
kualunkan nyanyian sendu gubahan hatiku
agar gemerincing cinta tetap dalam tarian
semarak berkasih
di penjuru kasih sejati yang masih di situ
menyeret dataran rindu di lubuk hati ini
terukir di dedaunan embunan perkasihan
di kala rembulan kejora cinta melabuhku
di sisi afsunmu
di ketika kuterlena dalam buaian kasihmu
bagaikan kuberada di awangan rindu asa
disayangi, dimanjai dengan kata romantis
terasa kemilau kasih bersenandung sayu
tatkala hijab cinta di pohon
telah kutemui kedamaian jalinan cintamu
kala persimpangan dilema rindu membisik
ingin merasai nkmatnya berkasih sayang
biarpun hanya secebis yang kudapat ini
berlainan dalam tutur kasih sejati
apabila titisan cinta bertampi di sudut hati
merekah debunga rindu di tangkai kesuma
tika haruman tetap subur indah di jiwaku
mencurah bibit-bibit kasih di mahligaimu
bersemadi di puncak percintaan
sandarkanlah di bahu cinta wada'ahku ini
relaku bersimpuh rindu dalam tenunanmu
resapkanlah bebulir kasih dipegun setiaku
hampirilah lantera yang berkerlipan di sisi
agar dikau tahu, akulah bintang hatimu...
'Tersentuh Jiwa Cinta...Nurani Rindu DiBelai'...di penghujung kasih ini...tetap kunantikan setia berkasiihmu....
08hb Disember 2013 Ahad
4.01am
cahayasyahadah♥♥
Di rimba kasih yang menjalar di pepohonan
tersingkap kembali ruang rindu yang asyik
melakar di kanvas indah wajah kekasih hati
saat kulabuhkan tirai cinta di kamar syahdu
menyusup aroma kerinduan di jiwa
angsana dipuja menitip tinta cinta di sukma
menggamit gemawan resah kala kejauhan
cuba melangkah mencari arah rindu dituju
yang hanya pesonanya berhias mewangi
di segenap ruang kasih dirasa
semarak kasih menyelubungi asa aksaraku
tatkala puing cinta dalam dakapan hangat
mengenggam ikatan yang bersemi dipadu
membuncah gemersik rindu di batas raksa
bila kemuningnya kian berseri
di saat cahaya cinta terpancar menyuluhku
makin deras aliran rindu dipalu bertamu
melambai sanubari ini menanti kehadiran
terpahat sebuah keabadian kasih sucimu
dambaan jiwa nurani
dalam gurindam rindu yang mencengkam
kulirikkan bait-bait puisi kasih di pelayaran
kualunkan nyanyian sendu gubahan hatiku
agar gemerincing cinta tetap dalam tarian
semarak berkasih
di penjuru kasih sejati yang masih di situ
menyeret dataran rindu di lubuk hati ini
terukir di dedaunan embunan perkasihan
di kala rembulan kejora cinta melabuhku
di sisi afsunmu
di ketika kuterlena dalam buaian kasihmu
bagaikan kuberada di awangan rindu asa
disayangi, dimanjai dengan kata romantis
terasa kemilau kasih bersenandung sayu
tatkala hijab cinta di pohon
telah kutemui kedamaian jalinan cintamu
kala persimpangan dilema rindu membisik
ingin merasai nkmatnya berkasih sayang
biarpun hanya secebis yang kudapat ini
berlainan dalam tutur kasih sejati
apabila titisan cinta bertampi di sudut hati
merekah debunga rindu di tangkai kesuma
tika haruman tetap subur indah di jiwaku
mencurah bibit-bibit kasih di mahligaimu
bersemadi di puncak percintaan
sandarkanlah di bahu cinta wada'ahku ini
relaku bersimpuh rindu dalam tenunanmu
resapkanlah bebulir kasih dipegun setiaku
hampirilah lantera yang berkerlipan di sisi
agar dikau tahu, akulah bintang hatimu...
'Tersentuh Jiwa Cinta...Nurani Rindu DiBelai'...di penghujung kasih ini...tetap kunantikan setia berkasiihmu....
08hb Disember 2013 Ahad
4.01am
cahayasyahadah♥♥
~ MELAYU KITA MELAYU ~
MELAYU KITA MELAYU
Melayu itu ada umbi di bawah akarnya
lahir dari laluan berabad
berdiri dari atas mata tajam yang membunuh
telaga akal jadi laut fikir
ombaknya merentas sempadan
buihnya mencorak huruf
lembarnya bukti.
Melayu itu bangsa
ada bahasanya
peradaban bukan pada nilaian kuasa
itu sejarah
lembar itu telah dilacurkan
pisahnya laut
kita tuannya
bertuan lain yang empunya.
Melayu itu bahasa
bersila kejap
bersimpuh indah bicara
kita masih melaluinya
bukan dengan pilihan
tetapi kemestian
kerana melayu itu kita.
Qalam Bertinta
Klang
07122013
2339pm.
Melayu itu ada umbi di bawah akarnya
lahir dari laluan berabad
berdiri dari atas mata tajam yang membunuh
telaga akal jadi laut fikir
ombaknya merentas sempadan
buihnya mencorak huruf
lembarnya bukti.
Melayu itu bangsa
ada bahasanya
peradaban bukan pada nilaian kuasa
itu sejarah
lembar itu telah dilacurkan
pisahnya laut
kita tuannya
bertuan lain yang empunya.
Melayu itu bahasa
bersila kejap
bersimpuh indah bicara
kita masih melaluinya
bukan dengan pilihan
tetapi kemestian
kerana melayu itu kita.
Qalam Bertinta
Klang
07122013
2339pm.
Saturday, 7 December 2013
HANGATNYA RINDUKU..DAKAPAN CINTAMU ~
~ Hangatnya Rinduku..Dakapan Cintamu ~
Tika kuasyik melakar ukiran kasih di kanvas
terasa hangatnya rinduku ini dalam cntamu
rebah daku di pangkuan dakapan kasihmu
melerai segala gundah di jiwa kala dirasa
bayu gemersik menguis resah
bicara tinta rindu mendayu membisik di hati
tercatat dalam memori kasih di diari sepiku
mendoakan kepulanganmu, melerai lesu ini
saat dikau tiba dengan wangian harum cinta
dalam sentuhan wada'ahmu
terpanggil nurani cinta kiasan nyanyianmu
membuai pesona kasih di pohon raksamu
menghembus panorama asmara merindu
romantis di persada kejora merimbun asa
sukmaku terbangkit dalam aksara
kala kulukis namamu di pepasiran rindu ini
bayang wajahmu saban waktu menemani
mengisi ruang kasih dengan cahayamu itu
lantas kubina istana cinta di mahligai indah
agar semarak perkasihan ini mekar di hati
bergegar rindu waktu ini ingin bersamamu
berbunga awana cinta penawar di jiwaku
di ketika redup mata saling menatap kalbu
meronai teja kasih dalam afsun dilafazmu
terusik daku dalam lembayung syahdu
kemilau lantera cinta berpadu di taman jiwa
di lubuk kasih kian bergemerincing angsana
mendakap paluan puing gemawan rawan
kerinduan bertamu di jendela berkasihmu
diucap ikhlas dalam nada percintaan
tertancap ranggi kasih di perdu hati bersatu
mengungkap ribuan kerlipan bintang dibelai
tatkala cinta mekar berseri di sanubariku ini
mencurah renjisan titisan rindu dibayangimu
menantimu di pelabuhan setia
di sini kasihku tetap abadi buatmu kekasih
dipantai ini tergenggam cinta yang tulus
biarpun di kejauhan, namun tugu rindu ini
kulayarkan dan kupatrikan kalimah azimat
percintaan suci untukmu
temaram kabus rindu bertandang sunyiku
tanpa cintamu di sisiku gelap suram dirasa
seolah mengunci teratak pilu merantai aku
menebar paksi yang kukuh saat kemelut
kasih tersimpul rapi
ikatan cinta dipalu, dipadu bersemi di jiwa
apabila ikatan rindu menyusup di benakku
menyelubungi kabus asmaradana dibuai
mewarnai kedamaian kasmaran kasihmu
dipegun sejati ketelusan percintaan
adakalanya kuingin mendakap rindu di hati
membuncah cinta di puncak tenunan jiwa
menyeluruh resapan ubun berkasihmu
agar selingkar kasih menjadi mahkota
lambang sucinya percintaan ini
dalam menggapai kepastian kasih di sukma
terpanah api kerinduan yang terpahat jua
meniti titian gurindam kebahagiaan diintai
terkasima daku dalam renjisan cintamu
yang kini menjadi milikku abadi...
'Hangatnya Rinduku..Dakapan Cintamu'...dalam dakapan di bahu kasih sayangmu...
07hb Disember 2013 Sabtu
12.40pm
cahayasyahadah♥♥
Tika kuasyik melakar ukiran kasih di kanvas
terasa hangatnya rinduku ini dalam cntamu
rebah daku di pangkuan dakapan kasihmu
melerai segala gundah di jiwa kala dirasa
bayu gemersik menguis resah
bicara tinta rindu mendayu membisik di hati
tercatat dalam memori kasih di diari sepiku
mendoakan kepulanganmu, melerai lesu ini
saat dikau tiba dengan wangian harum cinta
dalam sentuhan wada'ahmu
terpanggil nurani cinta kiasan nyanyianmu
membuai pesona kasih di pohon raksamu
menghembus panorama asmara merindu
romantis di persada kejora merimbun asa
sukmaku terbangkit dalam aksara
kala kulukis namamu di pepasiran rindu ini
bayang wajahmu saban waktu menemani
mengisi ruang kasih dengan cahayamu itu
lantas kubina istana cinta di mahligai indah
agar semarak perkasihan ini mekar di hati
bergegar rindu waktu ini ingin bersamamu
berbunga awana cinta penawar di jiwaku
di ketika redup mata saling menatap kalbu
meronai teja kasih dalam afsun dilafazmu
terusik daku dalam lembayung syahdu
kemilau lantera cinta berpadu di taman jiwa
di lubuk kasih kian bergemerincing angsana
mendakap paluan puing gemawan rawan
kerinduan bertamu di jendela berkasihmu
diucap ikhlas dalam nada percintaan
tertancap ranggi kasih di perdu hati bersatu
mengungkap ribuan kerlipan bintang dibelai
tatkala cinta mekar berseri di sanubariku ini
mencurah renjisan titisan rindu dibayangimu
menantimu di pelabuhan setia
di sini kasihku tetap abadi buatmu kekasih
dipantai ini tergenggam cinta yang tulus
biarpun di kejauhan, namun tugu rindu ini
kulayarkan dan kupatrikan kalimah azimat
percintaan suci untukmu
temaram kabus rindu bertandang sunyiku
tanpa cintamu di sisiku gelap suram dirasa
seolah mengunci teratak pilu merantai aku
menebar paksi yang kukuh saat kemelut
kasih tersimpul rapi
ikatan cinta dipalu, dipadu bersemi di jiwa
apabila ikatan rindu menyusup di benakku
menyelubungi kabus asmaradana dibuai
mewarnai kedamaian kasmaran kasihmu
dipegun sejati ketelusan percintaan
adakalanya kuingin mendakap rindu di hati
membuncah cinta di puncak tenunan jiwa
menyeluruh resapan ubun berkasihmu
agar selingkar kasih menjadi mahkota
lambang sucinya percintaan ini
dalam menggapai kepastian kasih di sukma
terpanah api kerinduan yang terpahat jua
meniti titian gurindam kebahagiaan diintai
terkasima daku dalam renjisan cintamu
yang kini menjadi milikku abadi...
'Hangatnya Rinduku..Dakapan Cintamu'...dalam dakapan di bahu kasih sayangmu...
07hb Disember 2013 Sabtu
12.40pm
cahayasyahadah♥♥
~ RENTA ~
RENTA
Memperelok hias
dalam peradaban ilmu
menyimpai di tali hati
lalu untuk apa dosa semalam
yang engkau longgokkan
di hujung hari.
Kaca sesinar intan
kaukutip dari lumpur bingung
gilapannya mengirai waktu
di bayangan debu engkau kikirkan
menarah usul kejadian
hakikat diri
terlempar di lantai tanya.
Dongakmu ke langit
menyisihkan awan di laluan mata
bukan mencari
tetapi membusung diri
mengira nyawa bisa kaupujuk
yang tunduk di petikkan jarimu.
Pun injakmu bumi
yang sering bertanya
terlupakah engkau padaku?
Qalam Bertinta
Klang
07122013
0335am
Memperelok hias
dalam peradaban ilmu
menyimpai di tali hati
lalu untuk apa dosa semalam
yang engkau longgokkan
di hujung hari.
Kaca sesinar intan
kaukutip dari lumpur bingung
gilapannya mengirai waktu
di bayangan debu engkau kikirkan
menarah usul kejadian
hakikat diri
terlempar di lantai tanya.
Dongakmu ke langit
menyisihkan awan di laluan mata
bukan mencari
tetapi membusung diri
mengira nyawa bisa kaupujuk
yang tunduk di petikkan jarimu.
Pun injakmu bumi
yang sering bertanya
terlupakah engkau padaku?
Qalam Bertinta
Klang
07122013
0335am
Thursday, 5 December 2013
~ TERLEWATKAH CINTA...KALA KASIH DI PENGHUJUNG RINDU ~
~ Terlewatkan Cinta...Kala Kasih Di Penghujung Rindu ~
Saat kumenatap awan nan biru
terbentang cinta di langit kalbu
seakan mengerti luahan jiwa ini
yang saban waktu mengharapmu
hadir dalam rengkuhan rindu
tika kembangan kasih melimpah
ruah, ingin rasanya kumendakap
puing rindu yang menghembus
bagai dirasa mengucup cinta itu
kala awana membuncah asa
bila kabus cinta melakar kanvas
kelihatan kasih bergema lagi di sini
mengukir satu rasa di sanubariku
dalam kiasan rindu romantismu
menyapa sukma di jiwa
apakah ini deruan rindu kasmaran
yang acapkali membisik bicara
bersulamkan manik-manik cinta
menghiasi lantera bercahaya kasih
di bawah rimbunan teja kerinduan
detik putaran waktu menggesaku
mencari bayang wajah wada'ah
mengukir cinta di pepohonanmu
tika kasih menggebu di setiap
lafaz merindu
teguhku dalam setia berkasih di sini
menanti panji cinta di sisiku lagi
menyusup indah biasan rindu itu
lalu tergenggam erat jari jemari
mengiringi ke pelaminan kasih
sucinya titian cinta di bahu asmara
berada dalam hangatnya dakapan
kasih, berseri gemilang aksaraku
dalam laskara gemawan merindu
gemalainya gemersik syahdu
pawana kerinduan menerjah pesona
lembayung cinta menyelubungimu
terbuka jendela kasih anyaman dipalu
bagaikan buih-buih percintaan ini
bersatu di pepasiran perkasihan
cinta yang dipuja bila dua jiwa bersatu
merungkai, melerai maksud berkasih
melenyapkan gelisah yang menguis
rindu tatkala rembulan terpancar
jelas apa yang tersirat
bersenandung lagu nyanyian rindu
bersemarak anggun obor cinta sakti
biarpun telah kupasak tiang serimu
di ketika raut kasih terpahat di hatiku
dalam istikharan percintaan
bersemi sudah ikatan kasih terpatri
direnjis mawar rindu di kamar nurani
di saat terpancar sinar cahaya cinta
dihiasi pula dengan bunga-bunga
harum mewangi pelengkap berkasih
di sudut afsun ucapanmu...
'Terlewatkah Cinta...Kala Kasih Di Penghujung Rindu'...yang bermukim di bahu percintaan...keabadian dalam raksamu...
05hb Disember 2013 Khamis
11.49pm
cahayasyahadah♥♥
Saat kumenatap awan nan biru
terbentang cinta di langit kalbu
seakan mengerti luahan jiwa ini
yang saban waktu mengharapmu
hadir dalam rengkuhan rindu
tika kembangan kasih melimpah
ruah, ingin rasanya kumendakap
puing rindu yang menghembus
bagai dirasa mengucup cinta itu
kala awana membuncah asa
bila kabus cinta melakar kanvas
kelihatan kasih bergema lagi di sini
mengukir satu rasa di sanubariku
dalam kiasan rindu romantismu
menyapa sukma di jiwa
apakah ini deruan rindu kasmaran
yang acapkali membisik bicara
bersulamkan manik-manik cinta
menghiasi lantera bercahaya kasih
di bawah rimbunan teja kerinduan
detik putaran waktu menggesaku
mencari bayang wajah wada'ah
mengukir cinta di pepohonanmu
tika kasih menggebu di setiap
lafaz merindu
teguhku dalam setia berkasih di sini
menanti panji cinta di sisiku lagi
menyusup indah biasan rindu itu
lalu tergenggam erat jari jemari
mengiringi ke pelaminan kasih
sucinya titian cinta di bahu asmara
berada dalam hangatnya dakapan
kasih, berseri gemilang aksaraku
dalam laskara gemawan merindu
gemalainya gemersik syahdu
pawana kerinduan menerjah pesona
lembayung cinta menyelubungimu
terbuka jendela kasih anyaman dipalu
bagaikan buih-buih percintaan ini
bersatu di pepasiran perkasihan
cinta yang dipuja bila dua jiwa bersatu
merungkai, melerai maksud berkasih
melenyapkan gelisah yang menguis
rindu tatkala rembulan terpancar
jelas apa yang tersirat
bersenandung lagu nyanyian rindu
bersemarak anggun obor cinta sakti
biarpun telah kupasak tiang serimu
di ketika raut kasih terpahat di hatiku
dalam istikharan percintaan
bersemi sudah ikatan kasih terpatri
direnjis mawar rindu di kamar nurani
di saat terpancar sinar cahaya cinta
dihiasi pula dengan bunga-bunga
harum mewangi pelengkap berkasih
di sudut afsun ucapanmu...
'Terlewatkah Cinta...Kala Kasih Di Penghujung Rindu'...yang bermukim di bahu percintaan...keabadian dalam raksamu...
05hb Disember 2013 Khamis
11.49pm
cahayasyahadah♥♥
~ PERTEMUAN II ~ (cerpen)
PERTEMUAN II
( ceterpen )
Seminggu selepas pertemuan pertama pada 8 Dec di Taman Tasik Taiping tempohari, aku dikejutkan dengan kedatangan sepucuk surat yang begitu cantik tulisannya dan indah bahasanya, itulah surat pertama dari Mus, berulang kali aku membacanya sangat indah bait-bait bicara tersusun aku jadi malu untuk membalasnya kerana aku tidak pandai mengatur ayat seindah itu buat tatapan Mus. Pertemuan kedua dirancang. Kata Mus dia ingin bertemu denganku sebelum dia ditugaskan di Kuala Lumpur, malangnya aku tidak sempat bertemu dengan Mus waktu itu aku terlewat, tika aku tiba Mus tiada lagi di situ, rasa hampa namun tidak mengapa.
Sejak saat itu hanya surat pengganti diri pengubat rindu, ayat-ayat cinta yang kian semarak hadir di setiap surat-surat Mus untukku empat helai kertas kajang dipenuhi ayat-ayat indah dari Mus, paling aku suka bila Mus menyebut ‘gadisku’ di setiap perenggan bagai terawang-awang perasaanku.
Akhirnya April 86 aku dikejutkan dengan kunjungan Mus ke rumahku, itulah pertemuan kedua kami, aku hampir tidak mengenalinya jika Mus tidak memperkenalkan dirinya padaku, gembiranya aku tidak terkata, pertemuan kedua hanya sekejap juga ini kerana Mus datang ke Taiping atas urusan tugasnya selama tiga hari setelah itu Mus kembali semula ke Kuala Lumpur meninggalkan aku bersama bebanan rindu yang maha hebat. Sewaktu kunjungan Mus ke rumahku tempohari aku bercerita tentang keadaan sebenar diriku pada Mus, keadaan aku yang kurang upaya seorang insan OKU yang tiada apa pun dapat Mus banggakan sekiranya dia menerima aku di dalam hidupnya, dan aku melihat Mus begitu tenang mendengar ceritaku, kata Mus dia tetap mencintai aku tidak kira siapa pun aku, sungguh pun aku tidak mempercayai Mus sepenuhnya namun aku tetap terharu dan menghargai perasaannya terhadap aku.
Perhubungan kami tetap seperti biasa, ayat-ayat cinta dari Mus tetap kuterima saban minggu dan isinya semakin semarak di hatiku, ada ketikanya ‘gadisku’ dan ada ketikanya ‘mawar sanjunganku’, panggilan Mus buatku yang sangat membahagiakan aku, begitulah aku dan Mus menyulam kemesraan tanpa ada pertemuan lagi, hinggalah suatu hari Mus memberitahu yang dia benar-benar ikhlas menyayangi aku dan berhajat menyunting aku, sebenarnya aku jadi risau dan takut, bolehkah aku melayari hidup berumah tangga dengan keadaan aku ini, mampukah aku? Berulang kali aku menyuruh Mus fikir semasak-masaknya sebelum membuat keputusan kerana aku tidak mahu Mus menyesal kemudian hari, mungkin juga Mus berfikir kerana selepas itu aku sudah jarang-jarang menerima surat-surat dari Mus dan disuatu masa aku langsung tidak menerima lagi surat-surat dari Mus, perhubungan kami terputus begitu saja selama setahun, July 87 menutup kisah aku dan Mus tapi yang peliknya aku tidak sedih dan terkilan bukan kerana aku tidak menyayangi Mus, tapi kerana aku benar-benar menyayangi Mus maka aku ingin sekali Mus bertemu kebahagiaannya. Aku pasrah… .
Saat itu aku mula mendekati dunia penulisan, saban minggu karyaku hadir di dada akhbar Bacaria, bahagianya aku dibimbing pula oleh penulis otai M.Salleh Mahyat atau nama penanya Musalmah Mesra, aku begitu bersemangat, sayangnya di tengah-tengah keghairahan aku menulis aku terpaksa menolak berbagai undangan dan yang paling ralat sekali aku tidak dapat menghadiri jemputan Rumah Anak Alam untuk perhimpunan penulis-penulis baru bersama penyair Pyan Habib yang aku kagumi. Kerana sangat takut keluar dari kepompong kehidupanku dan kerana aku seorang OKU bodohnya aku.
Hinggalah suatu hari Mus terbaca karyaku yang memang kutujukan khas buat Mus di akhbar Bacaria, Mus kembali menghubungi aku dan Okt 88 menyambung kembali kisah aku dan Mus, surat-surat kembali menjadi teman setia, akhirnya 22 Feb 89 dengan rasminya aku menjadi tunangan Mus atas restu kedua-dua keluarga. Dalam tempoh setahun bertunang hanya tiga kali aku bertemu dengan Mus, dan dalam tempoh setahun itu berbagai ujian yang kami tempuh hingga hampir memutuskan pertunangan, namun jodoh pertemuan aturan Allah akhirnya 27 Jan 1990 aku dan Mus diijab kabulkan termetrilah sudah sebuah ikatan setelah melalui berbagai kisah sepanjang empat tahun alam percintaan dan setahun alam pertunangan. Yang kelakarnya seminggu selepas pernikahan tibalah masanya aku berkunjung ke rumah mertua di Shah Alam aku mula susah hati, sebaik tiba rombongan keluargaku di rumah mertuaku aku turun dari van sambil mendongak ke tingkat lima rumah mertuaku aku tertanya-tanya macam mana aku hendak naik tangga setinggi ini dalam terpinga-pinga itu aku terkejut tiba-tiba Mus mendukung aku dan terus membawa aku menapak anak tangga satu persatu hingga sampai ke pintu rumahnya aku kelu tidak terkata… Hingga kini bila aku menonton cerita Hindustan ‘Man’ lakunan Ameer Khan dan Manisya Koraila adegan terakhir filem Man bila hero mendukung heroin mengelilingi api suci dihari perkahwinan mereka membuat aku teringat sewaktu Mus mendukung aku naik ke tingkat lima seminggu selepas perkahwinan kami…hahahaha… .
Cahaya Laila
5 Dec 2013
Klang Selangor.
( ceterpen )
Seminggu selepas pertemuan pertama pada 8 Dec di Taman Tasik Taiping tempohari, aku dikejutkan dengan kedatangan sepucuk surat yang begitu cantik tulisannya dan indah bahasanya, itulah surat pertama dari Mus, berulang kali aku membacanya sangat indah bait-bait bicara tersusun aku jadi malu untuk membalasnya kerana aku tidak pandai mengatur ayat seindah itu buat tatapan Mus. Pertemuan kedua dirancang. Kata Mus dia ingin bertemu denganku sebelum dia ditugaskan di Kuala Lumpur, malangnya aku tidak sempat bertemu dengan Mus waktu itu aku terlewat, tika aku tiba Mus tiada lagi di situ, rasa hampa namun tidak mengapa.
Sejak saat itu hanya surat pengganti diri pengubat rindu, ayat-ayat cinta yang kian semarak hadir di setiap surat-surat Mus untukku empat helai kertas kajang dipenuhi ayat-ayat indah dari Mus, paling aku suka bila Mus menyebut ‘gadisku’ di setiap perenggan bagai terawang-awang perasaanku.
Akhirnya April 86 aku dikejutkan dengan kunjungan Mus ke rumahku, itulah pertemuan kedua kami, aku hampir tidak mengenalinya jika Mus tidak memperkenalkan dirinya padaku, gembiranya aku tidak terkata, pertemuan kedua hanya sekejap juga ini kerana Mus datang ke Taiping atas urusan tugasnya selama tiga hari setelah itu Mus kembali semula ke Kuala Lumpur meninggalkan aku bersama bebanan rindu yang maha hebat. Sewaktu kunjungan Mus ke rumahku tempohari aku bercerita tentang keadaan sebenar diriku pada Mus, keadaan aku yang kurang upaya seorang insan OKU yang tiada apa pun dapat Mus banggakan sekiranya dia menerima aku di dalam hidupnya, dan aku melihat Mus begitu tenang mendengar ceritaku, kata Mus dia tetap mencintai aku tidak kira siapa pun aku, sungguh pun aku tidak mempercayai Mus sepenuhnya namun aku tetap terharu dan menghargai perasaannya terhadap aku.
Perhubungan kami tetap seperti biasa, ayat-ayat cinta dari Mus tetap kuterima saban minggu dan isinya semakin semarak di hatiku, ada ketikanya ‘gadisku’ dan ada ketikanya ‘mawar sanjunganku’, panggilan Mus buatku yang sangat membahagiakan aku, begitulah aku dan Mus menyulam kemesraan tanpa ada pertemuan lagi, hinggalah suatu hari Mus memberitahu yang dia benar-benar ikhlas menyayangi aku dan berhajat menyunting aku, sebenarnya aku jadi risau dan takut, bolehkah aku melayari hidup berumah tangga dengan keadaan aku ini, mampukah aku? Berulang kali aku menyuruh Mus fikir semasak-masaknya sebelum membuat keputusan kerana aku tidak mahu Mus menyesal kemudian hari, mungkin juga Mus berfikir kerana selepas itu aku sudah jarang-jarang menerima surat-surat dari Mus dan disuatu masa aku langsung tidak menerima lagi surat-surat dari Mus, perhubungan kami terputus begitu saja selama setahun, July 87 menutup kisah aku dan Mus tapi yang peliknya aku tidak sedih dan terkilan bukan kerana aku tidak menyayangi Mus, tapi kerana aku benar-benar menyayangi Mus maka aku ingin sekali Mus bertemu kebahagiaannya. Aku pasrah… .
Saat itu aku mula mendekati dunia penulisan, saban minggu karyaku hadir di dada akhbar Bacaria, bahagianya aku dibimbing pula oleh penulis otai M.Salleh Mahyat atau nama penanya Musalmah Mesra, aku begitu bersemangat, sayangnya di tengah-tengah keghairahan aku menulis aku terpaksa menolak berbagai undangan dan yang paling ralat sekali aku tidak dapat menghadiri jemputan Rumah Anak Alam untuk perhimpunan penulis-penulis baru bersama penyair Pyan Habib yang aku kagumi. Kerana sangat takut keluar dari kepompong kehidupanku dan kerana aku seorang OKU bodohnya aku.
Hinggalah suatu hari Mus terbaca karyaku yang memang kutujukan khas buat Mus di akhbar Bacaria, Mus kembali menghubungi aku dan Okt 88 menyambung kembali kisah aku dan Mus, surat-surat kembali menjadi teman setia, akhirnya 22 Feb 89 dengan rasminya aku menjadi tunangan Mus atas restu kedua-dua keluarga. Dalam tempoh setahun bertunang hanya tiga kali aku bertemu dengan Mus, dan dalam tempoh setahun itu berbagai ujian yang kami tempuh hingga hampir memutuskan pertunangan, namun jodoh pertemuan aturan Allah akhirnya 27 Jan 1990 aku dan Mus diijab kabulkan termetrilah sudah sebuah ikatan setelah melalui berbagai kisah sepanjang empat tahun alam percintaan dan setahun alam pertunangan. Yang kelakarnya seminggu selepas pernikahan tibalah masanya aku berkunjung ke rumah mertua di Shah Alam aku mula susah hati, sebaik tiba rombongan keluargaku di rumah mertuaku aku turun dari van sambil mendongak ke tingkat lima rumah mertuaku aku tertanya-tanya macam mana aku hendak naik tangga setinggi ini dalam terpinga-pinga itu aku terkejut tiba-tiba Mus mendukung aku dan terus membawa aku menapak anak tangga satu persatu hingga sampai ke pintu rumahnya aku kelu tidak terkata… Hingga kini bila aku menonton cerita Hindustan ‘Man’ lakunan Ameer Khan dan Manisya Koraila adegan terakhir filem Man bila hero mendukung heroin mengelilingi api suci dihari perkahwinan mereka membuat aku teringat sewaktu Mus mendukung aku naik ke tingkat lima seminggu selepas perkahwinan kami…hahahaha… .
Cahaya Laila
5 Dec 2013
Klang Selangor.
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)

.jpg)