CINTA YANG KESEORANGAN
Aku menyulam badai hati dengan air mata
biarlah kesedihan itu hanyut bersama kenangan kelmarin
dan bila laut resah kembali tenang
aku akan kembali ke sini
mengutip sisa cinta yang tertinggal
untuk aku mencari lagi
sebuah cinta yang keseorangan.
Qalam Bertinta
Klang
24052014
1351pm
Members
Saturday, 24 May 2014
Wednesday, 21 May 2014
~ RANJANG MIMPI ~
RANJANG MIMPI
Mengusap wajah siang
aku bercumbu dengan bayang bulan
langit teduh mengutus pesan
di sana cenderawasihmu menanti
di ranjang pelamin pelangi
bunga rampai telah ditabur
menebar wangian cinta
dan menanti nafasmu
untuk bernafas dengannya.
Aku mencari pelangi di kaki langit
berteleku di lamannya
dia sedang berdendang
iramanya rawan menghiba
lalu kupetik kuntum awan
kelopaknya jatuh di matamu
...jadi kenangan.
Kita di situ...semalam
membilang kuntum awan
dan kita pun cuba memimpin mimpi
di gugusan malam yang sama
namun di ranjang yang berbeza.
Qalam Bertinta
Klang
21052014
1557pm
Mengusap wajah siang
aku bercumbu dengan bayang bulan
langit teduh mengutus pesan
di sana cenderawasihmu menanti
di ranjang pelamin pelangi
bunga rampai telah ditabur
menebar wangian cinta
dan menanti nafasmu
untuk bernafas dengannya.
Aku mencari pelangi di kaki langit
berteleku di lamannya
dia sedang berdendang
iramanya rawan menghiba
lalu kupetik kuntum awan
kelopaknya jatuh di matamu
...jadi kenangan.
Kita di situ...semalam
membilang kuntum awan
dan kita pun cuba memimpin mimpi
di gugusan malam yang sama
namun di ranjang yang berbeza.
Qalam Bertinta
Klang
21052014
1557pm
~ DIPANTAI RINDU YANG SAYU...MENCARI BAYANGMU DALAM ISTIKHARAH CINTA ~
~ DiPantai Rindu Yang Sayu...Mencari Bayangmu Dalam Istikharah Cinta ~
Di ketika layar impian rindu mengintai kamar hatiku
sayup-sayup kedengaran hembusan puing menyapa
mengucup pipiku yang kebasahan dengan airmata
menitis laju, membuat jiwaku bertemaram sendu
sayu dalam tenunan istikharah cinta
melangkah lesu di batas kesepian, meronta resahku
mendesah paluan kasih, yang dipalu gerimis asamu
bagai menggamit relung tinta cinta ke dakapanmu
hangatnya perkasihan dambaan sejati terucapku
indahnya bersemi di sanubari
dibelenggu dengan irama kerinduan, lara hati terusik
kiasan bicara cinta terukir di sukma membuncah
tertancap ranggi teduhan berkasih di hadapanku
seolah mengurai detik waktu terluang asyiknya
rindu ini semakin mendalam
kubermohon, bersimpuh tika rendang cinta bertamu
merimbun dedaunan rindu di puncak mahligai seri
mengiringi, menanti kepulangan arjuna dambaanku
menatap wajah kekasih, biarpun hanya sekilasku
tetaplah setia dalam terindah
pawana kasih melakar di dinding merindu, belailah
tidak bisa renjatan kerinduan menerjah afsun aku
tatkala kuterasa bahu cinta mulai dipuja, disapa
rebah jua nurani ini, di saat laskara berkemuning
kemilaunya sirna cinta
cahaya kasih menyelubungi awana, tika berarak
mendung rindu membaluti angsana buaian lagi
memapah diriku ini menyusuri tebing berkasih
di celah curaman merindu yang di kejauhan
gelora asmara diusik lagi
segugus karma cinta dilafaz suci dirasakan aku
mengulit lena beradunya kasih dikejutkan asa
terbangkitlah rona-rona menghiasi istanaku ini
mengutus azzah merindu di dada kabus lesu
mampukah aku meniti titian rindu gelisah
dalam noktah-noktah rindu yang kutitip di dada
kutulis di setiap bait-bait cinta di diari kasih ini
mengharap rembulan perkasihan di riba setia
abadikanlah raksa pencinta dalam renungan
pemilik keabadian cinta
di sini jua laskara percintaanku berseloka lagi
bila pesona rindu membuai alunan sentuhan
mengibar sayap-sayap keikhsan, ketulusan
dan bila panahan perkasihan menyebutmu
dakaplah seri cinta di sisi suci
hadirlah gemawan cinta diufuk fatarmoganamu
bertitik-kan kehalusan kasih yang menyusup
kasmaran gejolak kerinduan mengintai jiwaku
asmaradana kian mengusik persada zafrah
dalam azimat dalam qalamku pilu hiba
istikharah cinta yang kuukir puisi merindumu
pancawarnanya kasih renjisan indah dibias
di sudut rengkuhan rindu semu bergemaku
kubiarkan mengemuning di sudut hatimu
yang kini bersemadi dalam pelayaran
ikatan perkasihan...
'DiPantai Rindu Yang Sayu...Mencari Bayangmu Dalam Istikharah Cinta'...milikmu milikku jua...dalam nafas kasih...
21hb Mei 2014 Rabu
12.11am
cs♥♥
Di ketika layar impian rindu mengintai kamar hatiku
sayup-sayup kedengaran hembusan puing menyapa
mengucup pipiku yang kebasahan dengan airmata
menitis laju, membuat jiwaku bertemaram sendu
sayu dalam tenunan istikharah cinta
melangkah lesu di batas kesepian, meronta resahku
mendesah paluan kasih, yang dipalu gerimis asamu
bagai menggamit relung tinta cinta ke dakapanmu
hangatnya perkasihan dambaan sejati terucapku
indahnya bersemi di sanubari
dibelenggu dengan irama kerinduan, lara hati terusik
kiasan bicara cinta terukir di sukma membuncah
tertancap ranggi teduhan berkasih di hadapanku
seolah mengurai detik waktu terluang asyiknya
rindu ini semakin mendalam
kubermohon, bersimpuh tika rendang cinta bertamu
merimbun dedaunan rindu di puncak mahligai seri
mengiringi, menanti kepulangan arjuna dambaanku
menatap wajah kekasih, biarpun hanya sekilasku
tetaplah setia dalam terindah
pawana kasih melakar di dinding merindu, belailah
tidak bisa renjatan kerinduan menerjah afsun aku
tatkala kuterasa bahu cinta mulai dipuja, disapa
rebah jua nurani ini, di saat laskara berkemuning
kemilaunya sirna cinta
cahaya kasih menyelubungi awana, tika berarak
mendung rindu membaluti angsana buaian lagi
memapah diriku ini menyusuri tebing berkasih
di celah curaman merindu yang di kejauhan
gelora asmara diusik lagi
segugus karma cinta dilafaz suci dirasakan aku
mengulit lena beradunya kasih dikejutkan asa
terbangkitlah rona-rona menghiasi istanaku ini
mengutus azzah merindu di dada kabus lesu
mampukah aku meniti titian rindu gelisah
dalam noktah-noktah rindu yang kutitip di dada
kutulis di setiap bait-bait cinta di diari kasih ini
mengharap rembulan perkasihan di riba setia
abadikanlah raksa pencinta dalam renungan
pemilik keabadian cinta
di sini jua laskara percintaanku berseloka lagi
bila pesona rindu membuai alunan sentuhan
mengibar sayap-sayap keikhsan, ketulusan
dan bila panahan perkasihan menyebutmu
dakaplah seri cinta di sisi suci
hadirlah gemawan cinta diufuk fatarmoganamu
bertitik-kan kehalusan kasih yang menyusup
kasmaran gejolak kerinduan mengintai jiwaku
asmaradana kian mengusik persada zafrah
dalam azimat dalam qalamku pilu hiba
istikharah cinta yang kuukir puisi merindumu
pancawarnanya kasih renjisan indah dibias
di sudut rengkuhan rindu semu bergemaku
kubiarkan mengemuning di sudut hatimu
yang kini bersemadi dalam pelayaran
ikatan perkasihan...
'DiPantai Rindu Yang Sayu...Mencari Bayangmu Dalam Istikharah Cinta'...milikmu milikku jua...dalam nafas kasih...
21hb Mei 2014 Rabu
12.11am
cs♥♥
Tuesday, 20 May 2014
~ POTRETMU ~
~Potretmu ~
nostalgia menampar-nampar naluriku
teringat terbayang musim lalu
dikau dan aku memadu kasih
nostalgia menampar-nampar naluriku
teringat terbayang musim lalu
dikau dan aku memadu kasih
potertmu kutatap berkali-kali
bergenang kelopak mataku
teringatkan peristiwa ilalu
betapa indahnya ketika itu
bergenang kelopak mataku
teringatkan peristiwa ilalu
betapa indahnya ketika itu
walau dikau tiada d isisiku
setiap saat manis bersama
haruman kasihmu tetap bersamaku
sepanjang perjalanan hidupku...
setiap saat manis bersama
haruman kasihmu tetap bersamaku
sepanjang perjalanan hidupku...
BfAnna
Taiping-20/5/2014
Taiping-20/5/2014
~ RESAH WAKTU ~
RESAH WAKTU
Mencari detik tenang dalam derap waktu yang menggumpal resah
awan pun menangis
rinainya menjadi sungai luka
yang mengalir ke danau pasrah
pun akulah yang terlewat memeluk masa
tertinggal di sebalik dinding waktu
sedang musim berinjak menyambut musim
dan kisah itu pun menjadi sejarah.
awan pun menangis
rinainya menjadi sungai luka
yang mengalir ke danau pasrah
pun akulah yang terlewat memeluk masa
tertinggal di sebalik dinding waktu
sedang musim berinjak menyambut musim
dan kisah itu pun menjadi sejarah.
Rejaman rasa itu menyakitkan
tusukannya menembus arca jasad
ungkapan jadi simpulan mati
nafasnya mengundang bisa
biar damai angin menyentuh
sejarahnya tetap begitu
tidak berubah
dan tak pernah akan berubah.
tusukannya menembus arca jasad
ungkapan jadi simpulan mati
nafasnya mengundang bisa
biar damai angin menyentuh
sejarahnya tetap begitu
tidak berubah
dan tak pernah akan berubah.
Tenang itu meracik gerimis
airnya titisan merah
dan waktu pun kian meresahkan.
airnya titisan merah
dan waktu pun kian meresahkan.
~ TAPAK WAKTU ~
Tapak waktu
Nun di rimba ilalang
aku leka mengejar pepatung
yang berterbangan
sesekali memetik rimbun
bunga berwarna warni
langkahku ditemani
bayu petang yang damai
tiada cela di akal dan hatiku
hanya keindahan
sebagaimana alam di sekelilingku
kerna langkahku
hanya dua tapak ke hadapan
duniaku adalah
kemuncup dan semalu
rerama juga pepatung
aku leka mengejar pepatung
yang berterbangan
sesekali memetik rimbun
bunga berwarna warni
langkahku ditemani
bayu petang yang damai
tiada cela di akal dan hatiku
hanya keindahan
sebagaimana alam di sekelilingku
kerna langkahku
hanya dua tapak ke hadapan
duniaku adalah
kemuncup dan semalu
rerama juga pepatung
waktu pun beredar
kemuncup pun
merunduk sendu kutinggalkan
begitu juga semalu
tidak lagi tersipu-sipu
tanpa sentuhanku
rerama dan pepatung
bebas berterbangan
desakan waktu membawa
langkahku sepuluh tapak
ke hadapan
alam pun berubah
bayu petang sesekali gerimis
di akal dan hatiku
pun ada prasangka
mengapa bersama bayu ada gerimis
keinginanku menyentuh pelangi
kiranya hanya mimpi
kemuncup pun
merunduk sendu kutinggalkan
begitu juga semalu
tidak lagi tersipu-sipu
tanpa sentuhanku
rerama dan pepatung
bebas berterbangan
desakan waktu membawa
langkahku sepuluh tapak
ke hadapan
alam pun berubah
bayu petang sesekali gerimis
di akal dan hatiku
pun ada prasangka
mengapa bersama bayu ada gerimis
keinginanku menyentuh pelangi
kiranya hanya mimpi
langkahku sepuluh tapak
lagi ke hadapan
menyedarkan aku dari mimpi
bahawa hidup ini kenyataan
bukan hanya mengejar
pepatung dan pelangi
tetapi mengejar yang Hakiki.
lagi ke hadapan
menyedarkan aku dari mimpi
bahawa hidup ini kenyataan
bukan hanya mengejar
pepatung dan pelangi
tetapi mengejar yang Hakiki.
Cahaya Laila
20 mei 2014
Klang.
20 mei 2014
Klang.
Monday, 19 May 2014
~ KU MEMOHON ~
~ Ku Memohon ~
daun kering berterbangan
gugur satu persatu
bersama titisan -titisan
air yang bergenang pilu
daun kering berterbangan
gugur satu persatu
bersama titisan -titisan
air yang bergenang pilu
bahtera kulayar
menuju pelabuhan abadi
negeri yang aman kekal
kudus genggaman-Mu
menuju pelabuhan abadi
negeri yang aman kekal
kudus genggaman-Mu
kuharap dan berharap
agar dilimpahi taufiq hidayah-Mu
meniti titian-titian perjalanan
ke kemuncak mahligai impian...
agar dilimpahi taufiq hidayah-Mu
meniti titian-titian perjalanan
ke kemuncak mahligai impian...
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)