PERTEMUAN
( ceterpen )
Petang itu 8 December 1985 aku menunggu kedatangan kekasih hati untuk memberi kata putus tentang perhubungan kami, nekad…aku ingin memutuskan perhubungan ini kerana dia suami orang. Walau hati sedikit tercalar dan pedih namun aku lebih rela mengundur diri dari menyintai suami orang. Aku ditemani sepupuku Ana, penantian begitu menyiksakan, sedang aku merangka ayat untuk aku susun atur buat kekasihku tiba-tiba muncul dua orang pemuda menegur aku dan sepupuku terkesima aku sebentar namun senyum mereka tetap kubalas.
‘Tunggu siapa?’ tegur lelaki yang memperkenalkan dirinya sebagai Mus padaku.
‘Tunggu kawan’ jawabku.
Bermulalah sesi perkenalan antara kami, yang kelakarnya kawan kepada Mus asyik memanggil sepupuku dengan nama ‘Laila’ ini kerana sepupuku Ana memakai rantai leherku yang tertulis namaku ‘Noorlela’, jadi aku terpaksa menipu Mus bila dia bertanya namaku secara spontan keluar dari bibirku namaku ‘Aida’.
‘Takkan Aida saja’ Mus bertanya.
‘Ye, Aida saja ‘ jawabku.
‘Biasanya Noraida ke Zuraida ke’ Mus masih tidak berpuas hati.
‘Tak Aida saja’ jawabku dengan tidak berapa yakin.
Mujurlah pertanyaan tentang nama itu habis di situ saja. Namun yang paling tidak menyelesakan aku, Mus suka merenung aku walaupun waktu itu Mus memakai cermin mata hitam aku tetap nampak renungan dia yang tajam yang tidak berkalih sesaat pun, aku jadi gelisah…sempat juga aku bertatapan mata dengan Mus tujuanku biar Mus mengalah dan memandang ke arah lain, namun aku tewas, yang sempat aku lihat Mus mempunyai sepasang mata yang cantik kening yang bagai terlukis indah dipagari sepasang alis mata yang tebal dan lentik, terpesona aku seketika, hanya seketika, kerana sakit hatiku direnung Mus begitu, sambil bercerita Mus tidak lepas memandangku, pertanyaan Mus Semua kujawab jujur kerana aku ingin Mus segera pergi, mujur juga Mus tidak berlama sangat berbual denganku, Mus bertanya di mana aku tinggal dan kata Mus dia agak biasa dengan kawasan tempat tinggalku kerana kawannya juga tinggal di kampungku. Akhirnya Mus mohon mengundur diri.
Lega…itulah yang aku rasakan, saat itulah 8 December 1985, saat aku memutuskan sebuah perhubungan tanpa aku sedari sebuah hubungan yang lain pula terjalin.
Cahaya Laila
4 Desember 2013
Klang Selangor
Members
Thursday, 5 December 2013
~ MENAPAK DINGIN ~
MENAPAKI DINGIN
Telah kering tertawa biduk di langit
sedang aku baru saja mencumbui khayal
dengan kalimat panjang mengatur bait
dalam rangkaian kata kenangan terindah
membingkai rasa dalam balutan sajakku.
Angin itu masih sahaja menyapa bauan
kelopak-kelopak itu sudah hafal aromanya
terbingkai sama melahap kembangnya pagi
terpapas pada detik yang tertinggal
lalu kutanam hektaran rindu
di antara suara dan lewat hembusan nafasmu.
Entah bila
aku akan kembali bersama debar kasmaran
agar waktu bisa terlewat mengira detiknya
untuk kupotretkan mimpi semalam
di atas kanvas hari tika rindu kuleraikan
supaya tidak terlupa tempat singgahku
pun di saat dingin itu menjadi saksi
malam semakin jatuh
dan aku masih terdampar di sini
…di kaki pagi
menapaki dingin.
Qalam Bertinta
Klang
04122013
2145pm
Telah kering tertawa biduk di langit
sedang aku baru saja mencumbui khayal
dengan kalimat panjang mengatur bait
dalam rangkaian kata kenangan terindah
membingkai rasa dalam balutan sajakku.
Angin itu masih sahaja menyapa bauan
kelopak-kelopak itu sudah hafal aromanya
terbingkai sama melahap kembangnya pagi
terpapas pada detik yang tertinggal
lalu kutanam hektaran rindu
di antara suara dan lewat hembusan nafasmu.
Entah bila
aku akan kembali bersama debar kasmaran
agar waktu bisa terlewat mengira detiknya
untuk kupotretkan mimpi semalam
di atas kanvas hari tika rindu kuleraikan
supaya tidak terlupa tempat singgahku
pun di saat dingin itu menjadi saksi
malam semakin jatuh
dan aku masih terdampar di sini
…di kaki pagi
menapaki dingin.
Qalam Bertinta
Klang
04122013
2145pm
Wednesday, 4 December 2013
~ BUSUK ~
BUSUK
Kita bonda
yang melahirkannya
kita yang didik
kita yang sempurnakannya
perlu apa dipedulikan
tentang bicara munafik
yang menjejeh di mulut keparat
berbau longkang mengheret bangkai
memuntahkan kebusukan
di mayapada ini.
Kita menghamilkannya
dalam ruang litup yang terhad
juga dalam waktu yang singkat
justeru, persetankan sahaja juak-juak itu
biarkan mereka menjunjung songsang
atau memijak jujur
dengan kepala mereka sendiri.
Qalam Bertinta
Klang
04122013
0021am
Kita bonda
yang melahirkannya
kita yang didik
kita yang sempurnakannya
perlu apa dipedulikan
tentang bicara munafik
yang menjejeh di mulut keparat
berbau longkang mengheret bangkai
memuntahkan kebusukan
di mayapada ini.
Kita menghamilkannya
dalam ruang litup yang terhad
juga dalam waktu yang singkat
justeru, persetankan sahaja juak-juak itu
biarkan mereka menjunjung songsang
atau memijak jujur
dengan kepala mereka sendiri.
Qalam Bertinta
Klang
04122013
0021am
Tuesday, 3 December 2013
~ CERITA DONGENG KITA ~
CERITA DONGENG KITA
Nanar dalam pencarian
rebah di lantai kecewa
memutuskan saraf penantian
air mata jadi darah
yang mengalir ke juzuk duka.
Ini cerita dongeng
yang kita karang dalam mimpi dulu
kajangnya impian
dakwatnya harapan
lembar demi lembar
dongeng itu kita tulis
dengan rasa yang ada
biarpun sering berbeza.
Lembaran itu masih ada
dongengannya tetap kubaca
bukan untuk mengenang
sekadar untuk mengerti
cerita dongengan ini
tidak pernah ada benarnya.
Qalam Bertinta
Klang
03122013
0137am
Nanar dalam pencarian
rebah di lantai kecewa
memutuskan saraf penantian
air mata jadi darah
yang mengalir ke juzuk duka.
Ini cerita dongeng
yang kita karang dalam mimpi dulu
kajangnya impian
dakwatnya harapan
lembar demi lembar
dongeng itu kita tulis
dengan rasa yang ada
biarpun sering berbeza.
Lembaran itu masih ada
dongengannya tetap kubaca
bukan untuk mengenang
sekadar untuk mengerti
cerita dongengan ini
tidak pernah ada benarnya.
Qalam Bertinta
Klang
03122013
0137am
~ PERMATANG YANG MELEWATI HARI ~
PERMATANG YANG MELEWATI HARI
Permatang itu
pernah kita selusuri
bersama titisan keringat
air mata dan senda tawa.
Kita memaknai kehidupan
pada setiap hari yang menyingsing
menyanyikan lagu-lagu kedamaian
seiring tiupan seruling batang padi
lalu keakraban tertulis di situ
dan kita pun semakin dewasa.
Permatang itu masih ada
juga seperti dulu
cuma kita yang telah mula terlupa
akan wujudnya
dan enggan kembali lagi
kerana atas satu desakan
yang menuntut penghijrahan.
Permatang itu menanti
agar keriuhan kembali menggegar dadanya
seperti dulu
pada satu masa
yang pernah dilewatinya.
Qalam Bertinta
Klang
03122013
0023am
Permatang itu
pernah kita selusuri
bersama titisan keringat
air mata dan senda tawa.
Kita memaknai kehidupan
pada setiap hari yang menyingsing
menyanyikan lagu-lagu kedamaian
seiring tiupan seruling batang padi
lalu keakraban tertulis di situ
dan kita pun semakin dewasa.
Permatang itu masih ada
juga seperti dulu
cuma kita yang telah mula terlupa
akan wujudnya
dan enggan kembali lagi
kerana atas satu desakan
yang menuntut penghijrahan.
Permatang itu menanti
agar keriuhan kembali menggegar dadanya
seperti dulu
pada satu masa
yang pernah dilewatinya.
Qalam Bertinta
Klang
03122013
0023am
Monday, 2 December 2013
~ MONOLOG DIRI II ~
MONOLOG DIRI II
Bertatih
masih mentah
mengira jejak…terjatuh
jarak terbatas
pun ada gerak
untuk terus melangkah
ke depan
mengusung percaya.
Menapak
setapak…selangkah
mengira pantas
membelah angin
mencari pintu
melepaskan diri.
Lelah
langkahan mati
membatu
dalam fikir
ada sisa
sebuah percaya.
Qalam Bertinta
Klang
02122013
2139pm
Bertatih
masih mentah
mengira jejak…terjatuh
jarak terbatas
pun ada gerak
untuk terus melangkah
ke depan
mengusung percaya.
Menapak
setapak…selangkah
mengira pantas
membelah angin
mencari pintu
melepaskan diri.
Lelah
langkahan mati
membatu
dalam fikir
ada sisa
sebuah percaya.
Qalam Bertinta
Klang
02122013
2139pm
Sunday, 1 December 2013
~ RERAMA CINTA DALAM DEBUNGA KASIH ~
~ Rerama Cinta Dalam Debunga Kasih ~
Sedekad yang lalu bermusimnya rindu
menadah gerimis cinta di dedaunan
kembangnya dalam renjisan embun
tika baunya mulai menguntum harum
di tangkai pepohonan cinta
terpegun dengan kecantikkan debunga
dihinggapi sang rerama mengucup
cinta di kelopak bunga kasih indahnya
lalu kupetik rindu di hujung jambangan
menjadi milikku di istana seri
mewangi bunga di segenap ruang kasih
seolah memanggil daku untuk dibelai
merungkai tiap dedaunan rindu diulit
hinggakan diriku terleka asyik menatap
rimbunan dedahan cinta di pohon
telah kutabur benih dalam tanaman cinta
kusirami tiap saat bila rindu menggebu
kumanjai bila dalam genggaman asmara
tersenyum diriku tatkalan rerama didekat
dalam pasu berkasih
pernah seketika kuberkata pada rerama itu
berikanlah manisan kasihmu padaku di sini
kirimkanlah di angin lalu rindu yang dipuja
semarakkanlah bunga-bunga cinta di jiwa
agar dapat kuleraikan rasa sayu ini
dalam tenungan sepasang mata rerama
terpancar kasih dalam kilasan syahdu
terusik diriku dalam sayap cintanya itu
menguis pergi rawan resah sendu piluku
dalam gedung rindu yang membisik
terpana diri ini di saat rerama menghampiri
melafaz akur cinta dalam debunga dibasahi
melilit rindu di pusaran masa romantis ini
tercurahnya kasih dirasa di sukma terbias
debunga kian berseri
hiasan bunga cinta kian ternampak di jiwa
tebaran rindu disaluti mawar di kamar
menyemarak rerama kembali di telapak
kasih yang kehausan titisan demi titisan
gugur dalam hamparan semu
bersaksikan kebahagiaan rerama kasih ini
berpayungkan rindu membuncah asa
tiada layu walau hanya cebisan rimbasan
kerana akan ada mentari dalam cinta
kehangatannya terserlah jua
pastinya kudakapi rerama kasih setia di hati
andainya pesona cinta menyapa gelisah
menghirup debunga rindu yang menanti
mengharap rona-rona teja mewarnai batas
percintaan lesu tika bunga pun turut sepi
tanpa belaian rerama yang dipuja...
'Rerama Cinta Dalam Debunga Kasih'...hadirlah rindu mengusap dedaunan di bahu rimbunanmu...
01hb Disember 2013 Ahad
2.48am
cahayasyahadah♥♥
Sedekad yang lalu bermusimnya rindu
menadah gerimis cinta di dedaunan
kembangnya dalam renjisan embun
tika baunya mulai menguntum harum
di tangkai pepohonan cinta
terpegun dengan kecantikkan debunga
dihinggapi sang rerama mengucup
cinta di kelopak bunga kasih indahnya
lalu kupetik rindu di hujung jambangan
menjadi milikku di istana seri
mewangi bunga di segenap ruang kasih
seolah memanggil daku untuk dibelai
merungkai tiap dedaunan rindu diulit
hinggakan diriku terleka asyik menatap
rimbunan dedahan cinta di pohon
telah kutabur benih dalam tanaman cinta
kusirami tiap saat bila rindu menggebu
kumanjai bila dalam genggaman asmara
tersenyum diriku tatkalan rerama didekat
dalam pasu berkasih
pernah seketika kuberkata pada rerama itu
berikanlah manisan kasihmu padaku di sini
kirimkanlah di angin lalu rindu yang dipuja
semarakkanlah bunga-bunga cinta di jiwa
agar dapat kuleraikan rasa sayu ini
dalam tenungan sepasang mata rerama
terpancar kasih dalam kilasan syahdu
terusik diriku dalam sayap cintanya itu
menguis pergi rawan resah sendu piluku
dalam gedung rindu yang membisik
terpana diri ini di saat rerama menghampiri
melafaz akur cinta dalam debunga dibasahi
melilit rindu di pusaran masa romantis ini
tercurahnya kasih dirasa di sukma terbias
debunga kian berseri
hiasan bunga cinta kian ternampak di jiwa
tebaran rindu disaluti mawar di kamar
menyemarak rerama kembali di telapak
kasih yang kehausan titisan demi titisan
gugur dalam hamparan semu
bersaksikan kebahagiaan rerama kasih ini
berpayungkan rindu membuncah asa
tiada layu walau hanya cebisan rimbasan
kerana akan ada mentari dalam cinta
kehangatannya terserlah jua
pastinya kudakapi rerama kasih setia di hati
andainya pesona cinta menyapa gelisah
menghirup debunga rindu yang menanti
mengharap rona-rona teja mewarnai batas
percintaan lesu tika bunga pun turut sepi
tanpa belaian rerama yang dipuja...
'Rerama Cinta Dalam Debunga Kasih'...hadirlah rindu mengusap dedaunan di bahu rimbunanmu...
01hb Disember 2013 Ahad
2.48am
cahayasyahadah♥♥
Subscribe to:
Posts (Atom)




.jpg)