LANGIT GAZA TIDAK AKAN MERINTIH LAGI
Langitmu seperti langit di bumiku
membiru dalam tompokan awan yang memutih
pelangimu seperti pelangi di langitku
indah dan penuh warna-warni
namun hujanmu tidak seperti hujan di bumiku
ketika bumiku disirami dengan air dari mata langit
bumimu disimbahi dengan peluru-peluru pembunuh
ketika bumiku diledak dengan pancaran kilat
bumimu dipancari dengan percikan api
dari ketulan-ketulan besi yang menghancurkan
dan tanpa pernah kenal erti kemanusiaan.
Langit Gaza merintih
hanyir darah memenuhi ruang langitnya
bauan belerang menyesakkan nafas penghuninya
namun engkau tidak pernah tunduk dengan ketakutan
hujan-hujan peluru sepertinya rinai gerimis dingin buatmu
engkau sambut dengan selapang dadamu
dan ketika ketulan-ketulan besi memercikkan api membunuh
engkau sambut dengan laungan Allahu Akbar
gentar tidak ada dalam perjuanganmu
sebuah perjuangan untuk bumimu
agar pada satu hari nanti
hujan di bumimu seperti juga hujan di bumiku
dan langit Gazamu tidak akan merintih lagi.
Qalam Bertinta
Klang
05092013
2325pm
Members
Saturday, 7 September 2013
Wednesday, 4 September 2013
~ BAYANGAN GURAUAN ~
~ Bayangan Gurauan ~
terkejut tersentak
di keheningan malam
tertusuk sukma
wajah menyapa
membelai mengusap
pipi yang usai
bayanganmu hadir
menampakan seri
walauku cuba lupakan
masih bertandang
dengan senyuman
gurauan mempersonakan
kutitipkan azimat cinta
kasihku tetap padamu ...
BfAnna ♥♥♥
4/9/2013 ~ Taiping
http://www.youtube.com/ watch?v=mMzJeFhKDJU
terkejut tersentak
di keheningan malam
tertusuk sukma
wajah menyapa
membelai mengusap
pipi yang usai
bayanganmu hadir
menampakan seri
walauku cuba lupakan
masih bertandang
dengan senyuman
gurauan mempersonakan
kutitipkan azimat cinta
kasihku tetap padamu ...
BfAnna ♥♥♥
4/9/2013 ~ Taiping
http://www.youtube.com/
~ MATA-MATA JALANG YANG MENGUSUNG SATU KEGILAAN ~
MATA-MATA JALANG YANG MENGUSUNG SATU KEGILAAN
Mengusung sebuah kegilaan
dalam bicara sinis sang penyair
lalu di dalamnya terungkap kegilaan sebenar
yang disorok dari tatapan mata-mata jalang
meratah setiap kecewa tanpa batas sopan
untuk apa berduka dalam sandiwara kosong
yang bisu walau garau suara membentur tuju
sedangkan terpesong dalam bicara muluk yang menggoda
tika hati dipasung gelombang riak yang menongkah arus adab
lalu lemas dalam kekaguman yang dirincik dari ujub diri.
Mata-mata jalang itu masih memandang dan cuba menembus tabir soal
sedangkan diri masih sangsi pada kata hati yang menggemakan gerun
maka bertempiaranlah hasad yang membusung di tembolok jiwa
dengan adab sekadar sandaran menyokong bicara mungkir
lalu percaya pun berundur sedangkan hati masih memaksa akur
pun di hujung sebuah kekaguman diri ada rengsa dalam mempercayai
dan bicara pun menjadi janji yang digadai demi sebuah kepercayaan palsu.
Qalam bertinta
Klang
04092013
1257am
Mengusung sebuah kegilaan
dalam bicara sinis sang penyair
lalu di dalamnya terungkap kegilaan sebenar
yang disorok dari tatapan mata-mata jalang
meratah setiap kecewa tanpa batas sopan
untuk apa berduka dalam sandiwara kosong
yang bisu walau garau suara membentur tuju
sedangkan terpesong dalam bicara muluk yang menggoda
tika hati dipasung gelombang riak yang menongkah arus adab
lalu lemas dalam kekaguman yang dirincik dari ujub diri.
Mata-mata jalang itu masih memandang dan cuba menembus tabir soal
sedangkan diri masih sangsi pada kata hati yang menggemakan gerun
maka bertempiaranlah hasad yang membusung di tembolok jiwa
dengan adab sekadar sandaran menyokong bicara mungkir
lalu percaya pun berundur sedangkan hati masih memaksa akur
pun di hujung sebuah kekaguman diri ada rengsa dalam mempercayai
dan bicara pun menjadi janji yang digadai demi sebuah kepercayaan palsu.
Qalam bertinta
Klang
04092013
1257am
Tuesday, 3 September 2013
~ PANTUN ENAM KERAT ~
PANTUN ENAM KERAT
Belayar bahtera ke Teluk Medan,
singgah di Dumai mencari bahulu,
di Tanjung Gemuk membeli tapai;
hidup sejahtera jadikan amalan
hormat menghormati disemai selalu
kemuafakatan majmuk akan tercapai.
Di hujung tanjung airnya tenang,
menanam halia dan serai wangi,
niat di hati untuk didagang;
jasa disanjung budi dikenang,
sifat yang mulia dipandang tinggi,
hingga ke mati diingat orang.
Habis menarah letih terasa,
singgah di pengkalan mencari durian,
kerana teringat pesanan bonda;
sungai anugerah dari Yang Esa,
untuk tinggalan generasi kemudian,
usahlah dicemar usah dinoda.
Solat maghrib di waktu senja,
wirid dan zikir pada Yang Kuasa,
kerana memberi segala kurnia;
usah dipinggir kaum remaja,
kerana mereka pewaris bangsa,
membawa negara ke mercu dunia.
Qalam Bertinta
Klang
02092013
2149pm
Belayar bahtera ke Teluk Medan,
singgah di Dumai mencari bahulu,
di Tanjung Gemuk membeli tapai;
hidup sejahtera jadikan amalan
hormat menghormati disemai selalu
kemuafakatan majmuk akan tercapai.
Di hujung tanjung airnya tenang,
menanam halia dan serai wangi,
niat di hati untuk didagang;
jasa disanjung budi dikenang,
sifat yang mulia dipandang tinggi,
hingga ke mati diingat orang.
Habis menarah letih terasa,
singgah di pengkalan mencari durian,
kerana teringat pesanan bonda;
sungai anugerah dari Yang Esa,
untuk tinggalan generasi kemudian,
usahlah dicemar usah dinoda.
Solat maghrib di waktu senja,
wirid dan zikir pada Yang Kuasa,
kerana memberi segala kurnia;
usah dipinggir kaum remaja,
kerana mereka pewaris bangsa,
membawa negara ke mercu dunia.
Qalam Bertinta
Klang
02092013
2149pm
Monday, 2 September 2013
~ PANTUN DESA ~
PANTUN DESA
Bunga teratai mekar berkembang,
bunga markisa di perdu melati;
nyiur melambai sawah terbentang,
permainya desa mendamaikan hati.
Lidi disimpai oleh bonda,
terasa letih membersihkan lanar;
di anak sungai bermandi-manda,
airnya jernih belum tercemar.
Bulan puasa penuh berkat,
beduk dipukul di senja hening;
hidup di desa saling muafakat,
sama dipikul sama dijinjing.
Letih terasa lepas berkebun,
menuju telaga membawa gayung;
gadisnya desa bersopan santun,
adab dijaga agama dijunjung.
Pokok bidara di hujung tanjung,
ditanam serapat pokok delima;
kenduri-kendara riuh sekampung,
tanda muafakat berkerjasama.
Bunga melati baunya wangi,
bunga halia dibuat ulam;
muda dihormati tua disanjungi,
amalan mulia warisan silam.
Qalam Bertinta
Klang
02092013
1215
Bunga teratai mekar berkembang,
bunga markisa di perdu melati;
nyiur melambai sawah terbentang,
permainya desa mendamaikan hati.
Lidi disimpai oleh bonda,
terasa letih membersihkan lanar;
di anak sungai bermandi-manda,
airnya jernih belum tercemar.
Bulan puasa penuh berkat,
beduk dipukul di senja hening;
hidup di desa saling muafakat,
sama dipikul sama dijinjing.
Letih terasa lepas berkebun,
menuju telaga membawa gayung;
gadisnya desa bersopan santun,
adab dijaga agama dijunjung.
Pokok bidara di hujung tanjung,
ditanam serapat pokok delima;
kenduri-kendara riuh sekampung,
tanda muafakat berkerjasama.
Bunga melati baunya wangi,
bunga halia dibuat ulam;
muda dihormati tua disanjungi,
amalan mulia warisan silam.
Qalam Bertinta
Klang
02092013
1215
Sunday, 1 September 2013
~ TERBELENGGU DALAM DESAHAN RINDU ~
~ Terbelenggu Dalam Desahan Rindu ~
Berhembus puing menatap di sukma rindu
tika wajah cinta mendesah laungan jiwa
membungkam sanubari kasih dipegun asa
terusik dalam gemerlapan cakrawala nian
dirasa membisik
terasa kemuning cinta terbias dalam resah
merungkap irama paluan kasih berpaut jua
melirik nyanyian syahdu tika batas merindu
mencoret ukiran jiwa dalam kanvas semu
di dinding kamar berkasih
gemerlapan warna neon cinta diusai, diulit
membuncah asmara rindu yang mencengkam
tertusuk kasih dalam renungan sayu di pohon
seakan memahami gundah yang mengusikku
lara jua kerinduan tika dilafaz
berpasak dalam jitu berkasih, bersimpuh aku
di hadapan rindu menggenggam nurani laraku
dalam simfoni cinta terindah, kalbu aku dihiasi
bunga-bunga kasih mekar di jambangan hati
tertancap dupa ranggi listrikmu
dulu di pertemuan cinta tersimpul erat darimu
kusematkan dalam sanubari kasih nan syahdu
agar mekarnya sentiasa ada buat tatapan aku
di kala rindu bertamu dalam rawan menderu
mencoret seribu memori di benakku
alangkah romantisnya di ketika kasih bersemi
kiambang cinta bermukim dalam seri wajah
mengucup lembut di dahi semarak kerinduan
mengutus bayu dalam lantera berkasihmu
pusaran percintaanku dipuja lagi
tatkala aku kesendirian dalam pelukan cinta
dimamah rindu berselerak, tika kasih tercipta
embunan impianku begaikan bersahut lesu
memunggah ribuan gelora menyelubungiku
di saat di terjah ombak percintaan abadi
di bahu kasih, kuakur dalam azimat rindumu
berpasak dalam deruan kasih terungkapmu
tika kuberdiri di jendela, menanti renjisan
mawar yang membasahi telapak bercinta
menusuk kabus berkasih pesonamu
sucinya ikatan rasa rindu, cinta dan sayang
hari demi hari, detik demi detik terpancarnya
mentari tergelincir dalam raksa percintaan
mengunci aku dalam lembayung sirnamu
rebah aku di ribaan aksara
patrikan aku di anjung sentuhan percintaan
hamparkanlah permaidani kasih di kamar hati
biarkan kerinduan menyusup angsana buaian
tatkala mengusung ketulusan cinta bersemi
di persada diari perkasihan
'Terbelenggu Dalam Desahan Rindu'...digelangi cinta di penghujung kasih...
01hb Sept 2013 Ahad
10.09pm
cahayasyahadah♥♥
Berhembus puing menatap di sukma rindu
tika wajah cinta mendesah laungan jiwa
membungkam sanubari kasih dipegun asa
terusik dalam gemerlapan cakrawala nian
dirasa membisik
terasa kemuning cinta terbias dalam resah
merungkap irama paluan kasih berpaut jua
melirik nyanyian syahdu tika batas merindu
mencoret ukiran jiwa dalam kanvas semu
di dinding kamar berkasih
gemerlapan warna neon cinta diusai, diulit
membuncah asmara rindu yang mencengkam
tertusuk kasih dalam renungan sayu di pohon
seakan memahami gundah yang mengusikku
lara jua kerinduan tika dilafaz
berpasak dalam jitu berkasih, bersimpuh aku
di hadapan rindu menggenggam nurani laraku
dalam simfoni cinta terindah, kalbu aku dihiasi
bunga-bunga kasih mekar di jambangan hati
tertancap dupa ranggi listrikmu
dulu di pertemuan cinta tersimpul erat darimu
kusematkan dalam sanubari kasih nan syahdu
agar mekarnya sentiasa ada buat tatapan aku
di kala rindu bertamu dalam rawan menderu
mencoret seribu memori di benakku
alangkah romantisnya di ketika kasih bersemi
kiambang cinta bermukim dalam seri wajah
mengucup lembut di dahi semarak kerinduan
mengutus bayu dalam lantera berkasihmu
pusaran percintaanku dipuja lagi
tatkala aku kesendirian dalam pelukan cinta
dimamah rindu berselerak, tika kasih tercipta
embunan impianku begaikan bersahut lesu
memunggah ribuan gelora menyelubungiku
di saat di terjah ombak percintaan abadi
di bahu kasih, kuakur dalam azimat rindumu
berpasak dalam deruan kasih terungkapmu
tika kuberdiri di jendela, menanti renjisan
mawar yang membasahi telapak bercinta
menusuk kabus berkasih pesonamu
sucinya ikatan rasa rindu, cinta dan sayang
hari demi hari, detik demi detik terpancarnya
mentari tergelincir dalam raksa percintaan
mengunci aku dalam lembayung sirnamu
rebah aku di ribaan aksara
patrikan aku di anjung sentuhan percintaan
hamparkanlah permaidani kasih di kamar hati
biarkan kerinduan menyusup angsana buaian
tatkala mengusung ketulusan cinta bersemi
di persada diari perkasihan
'Terbelenggu Dalam Desahan Rindu'...digelangi cinta di penghujung kasih...
01hb Sept 2013 Ahad
10.09pm
cahayasyahadah♥♥
~ DI PINTU PAGI ~
DI PINTU PAGI
Di pintu pagi
aku merenung kenangan
yang muncul di telapak tangan
ada sungai airmata di situ
perca-perca harapan hanyut
mengalir ke muara duka.
Denting waktu yang kupinjam
berhenti di hujung jarum masa
sungai pun berhenti mengalir
muara menjadi lembah
harapan bersemadi
di bawah akar kenangan
…dan pintu pagi pun kututup.
Qalam Bertinta
Klang
01092013
1035am
Di pintu pagi
aku merenung kenangan
yang muncul di telapak tangan
ada sungai airmata di situ
perca-perca harapan hanyut
mengalir ke muara duka.
Denting waktu yang kupinjam
berhenti di hujung jarum masa
sungai pun berhenti mengalir
muara menjadi lembah
harapan bersemadi
di bawah akar kenangan
…dan pintu pagi pun kututup.
Qalam Bertinta
Klang
01092013
1035am
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)